mencari sinar
sebelum ini, aku akui diri ini sering tersasar dalam jalan cahayaNya. aku sering melupai kewajipanku sebagai umatnya, dalam melaksanakan tanggungjawab yang telah di amanahkan. astaghfirullah.
bila teringat dan mengimbau kembali saat-saat itu, jiwa ini merasakan diri ini terlalu tersasar dan jauh dari cinta yang Maha Agung. sememangnya, panahan silam sering kali terimbau di mata, tatkala sepi mengundang waktu.
namun, hakikatnya kini aku masih lagi merantau dan terkapar-kapar dalam menasihati diri dan tingkahku untuk melangkah menuju jalan dekatiNya ketika diri dalam kebuntuan.
aku akui perlukan huluran tangan dari yang sudi menyambut, meminta dari yang sudi memberi, dan jua menasihati tika jiwa di huni kegelapan.
luluh hatiku apabila melihat hakikat hidupku, sering di buai dan diulit dengan picisan sia-sia. namun, syukur jua kuucapkan kepada insan yang sudi memberikan aku "nafas cinta ke jalanNya".
alhamdulillah, kurniaan teman ketika ini mampu membangkitkan jiwa yang lara ini menuju hijrah abadi padaNya, insyaallah.
aku akui tidak bisa membalas jasa "bebunga harum" yang dikau berikan sehingga diri ini turut berbau harumnya, namun suntingan semangat dan bait-bait tintamu insyaAllah akan aku jadikan sebagai pandu dalam mengorak langkah hidupku.
p/s: teman yang baik akan membawa nikmat dalam hidup. sememangnya, hidup insan memerlukan teman yang bisa membimbing diri ke jalan cinta yang AgungNya. semoga hati kita mampu bertaut dengan insan yang mempunyai nilai hati yang murni,, AMIN.

No comments:
Post a Comment